Architecture and History of Pantheon Paris

Arsitektur dan Sejarah Pantheon Paris

G

Gargi Mallik

·6 min read

Panthéon de Paris adalah sebuah monumen di arondisemen ke-5 kota Paris, Prancis.

Bangunan ini berdiri di Latin Quarter, di puncak Montagne Sainte-Geneviève, di tengah Place du Panthéon.

Bangunan ini dibangun antara tahun 1758 dan 1790 berdasarkan desain karya Jacques-Germain Soufflot atas perintah Raja Louis XV dari Prancis.

Pantheon Paris adalah simbol yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang penting.

Baca lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak tentang arsitektur dan sejarah Pantheon Paris.

Sejarah Pantheon Paris

Lokasi Panthéon memiliki arti penting dalam sejarah Paris dan ditempati oleh serangkaian monumen.

Lokasi forum kota Romawi Lutetia berada di Gunung Lucotitius, sebuah dataran tinggi di Tepi Kiri Sungai Seine.

Tempat ini juga merupakan lokasi pemakaman asli Santo Genevieve, yang memimpin perlawanan terhadap bangsa Hun ketika mereka mengancam Paris pada tahun 451.

Pada tahun 508, Clovis, Raja Frank, membangun sebuah gereja di sana, tempat ia dan istrinya kemudian dimakamkan pada tahun 511 dan 545.

Gereja tersebut, yang awalnya didedikasikan untuk Santo Petrus dan Santo Paulus, didedikasikan kembali untuk Santa Genevieve, yang menjadi santo pelindung Paris.

Pada abad ke-12, gereja tersebut dibangun kembali dengan gaya Gotik.

Tempat itu merupakan lokasi ziarah populer dan relik Santa Genevieve konon memiliki kekuatan ajaib.

Gereja tersebut hancur akibat kebakaran pada tahun 1756 dan Raja Louis XV menugaskan Jacques-Germain Soufflot untuk merancang gereja baru di lokasi tersebut.

Desain Soufflot

Pantheon menginspirasi desain Soufflot untuk Panthéon di Roma.

Bangunan ini berbentuk salib dengan kubah tinggi di atas persimpangan dan kubah berbentuk piringan yang lebih rendah di atas keempat lengannya.

Fasadnya dihiasi dengan kolom-kolom Korintus dan pedimen dengan pahatan karya Pierre-Jean David d'Angers.

Bagian dalam Panthéon dihiasi dengan mosaik dan lukisan adegan-adegan dari sejarah Prancis, beberapa di antaranya dikerjakan oleh Puvis de Chavannes.

Ruang bawah tanah ini berisi makam banyak warga Prancis terkenal, termasuk Voltaire, Jean-Jacques Rousseau, Victor Hugo, Èmile Zola, dan Marie Curie.

Panthéon Selama Revolusi Prancis

Panthéon masih dalam pembangunan ketika Revolusi Prancis dimulai pada tahun 1789.

Para revolusioner melihat bangunan itu sebagai simbol monarki, menodai gereja dan mengambil relik Santo Genevieve.

Pada tahun 1791, Panthéon dinasionalisasi dan berganti nama menjadi Kuil Tokoh-Tokoh Besar.

Orang pertama yang dimakamkan di Panthéon adalah Mirabeau, seorang tokoh terkemuka dalam Revolusi Prancis.

Mirabeau kemudian diikuti oleh Voltaire, Rousseau, dan para revolusioner terkemuka lainnya.

Setelah jatuhnya Robespierre pada tahun 1794, Panthéon berganti nama menjadi Gereja Sainte-Geneviève, tetapi tetap menjadi bangunan sekuler.

Panthéon pada Abad ke-19 dan ke-20

Panthéon terus digunakan sebagai gereja dan nekropolis sepanjang abad ke-19.

Pada tahun 1885, jenazah Victor Hugo dimakamkan di Panthéon dan bangunan tersebut secara definitif dinasionalisasi.

Pada abad ke-20, Panthéon terus digunakan sebagai nekropolis untuk warga negara Prancis yang terkenal.

Beberapa orang yang dimakamkan di Panthéon selama periode ini antara lain:

  • Jean Moulin (1964)
  • André Malraux (1996)
  • Jean Monnet (1987)
  • Pierre Curie (1995)
  • Marie Curie (1995)
  • Aimé Césaire (2011)
  • Germaine Tillion (2015)
  • Simone Veil (2018)

Panthéon sebagai simbol

Panthéon sebagai simbol
Gambar: Jonatas Goncalves dari Getty Images (Canva)

Panthéon telah menjadi simbol dari berbagai hal sepanjang sejarahnya.

Awalnya dibangun sebagai gereja yang didedikasikan untuk Santo Genevieve, tetapi dinasionalisasi selama Revolusi Prancis dan menjadi pemakaman bagi warga negara Prancis yang terkenal.

Panthéon juga telah digunakan untuk melambangkan nasionalisme dan republikanisme Prancis.

Panthéon juga merupakan pengingat akan sifat sejarah Prancis yang kompleks dan sering kali kontradiktif.

Berbagai rezim telah menggunakan bangunan ini untuk berbagai tujuan dan telah menjadi lokasi kemenangan besar maupun tragedi.

Panthéon di abad ke-21

Panthéon terus digunakan sebagai nekropolis untuk warga negara Prancis terkenal di abad ke-21.

Pada tahun 2011, jenazah penyair dan politikus Aimé Césaire dimakamkan di Panthéon.

Pada tahun 2015, jenazah pejuang perlawanan Germaine Tillion dimakamkan di Panthéon.

Dan pada tahun 2018, jenazah politisi Simone Veil dimakamkan di Panthéon.

Panthéon kini digunakan untuk berbagai acara budaya, termasuk konser, pameran, dan konferensi.

Panthéon adalah monumen hidup yang memainkan peran penting dalam masyarakat Prancis saat ini.

Arsitektur Pantheon Paris

Panthéon adalah sebuah mahakarya arsitektur dan telah dipuji oleh para kritikus dan arsitek karena keindahan, harmoni, dan kecemerlangan teknisnya.

Bangunan ini berbentuk salib dengan kubah tinggi di atas persimpangan dan kubah berbentuk piringan yang lebih rendah di atas keempat lengannya.

Fasadnya dihiasi dengan kolom-kolom Korintus dan pedimen dengan pahatan karya Pierre-Jean David d'Angers.

Bagian dalam Panthéon dihiasi dengan mosaik dan lukisan adegan-adegan dari sejarah Prancis, beberapa di antaranya dikerjakan oleh Puvis de Chavannes.

Ruang bawah tanah ini berisi makam banyak warga Prancis terkenal, termasuk Voltaire, Jean-Jacques Rousseau, Victor Hugo, Èmile Zola, dan Marie Curie.

Fitur Arsitektur Panthéon

Panthéon memiliki beberapa ciri arsitektur utama:

Kubah:

Kubah
Gambar: Gwengoat dari Getty Images Signature (Canva)

Kubah Panthéon adalah salah satu fitur yang paling khas.

Ini adalah kubah beton besar yang ditopang oleh deretan kolom.

Kubah tersebut dilubangi oleh lubang kecil di bagian atas, yang memungkinkan cahaya alami masuk.

Oculus:

Oculus adalah lubang besar di bagian atas kubah Panthéon.

Ini memungkinkan masuknya cahaya alami dan menyediakan ventilasi untuk bangunan tersebut.

Oculus juga merupakan simbol dedikasi Pantheon kepada semua dewa.

Serambi:

Panthéon memiliki serambi dengan delapan kolom Korintus.

Serambi adalah pintu masuk utama ke gedung tersebut.

Rotunda:

Rotunda adalah ruang interior utama Panthéon.

Ini adalah ruang berbentuk lingkaran dengan kubah tinggi.

Rotunda tersebut didekorasi dengan mosaik dan lukisan yang menggambarkan adegan-adegan dari sejarah Prancis.

Ruang Bawah Tanah:

Ruang bawah tanah ini adalah sebuah ruangan besar di bawah tanah yang berisi makam banyak warga negara Prancis yang terkenal.

Arsitektur Neoklasik

Panthéon adalah contoh utama arsitektur Neoklasik.

Arsitektur neoklasik adalah gaya arsitektur yang muncul pada pertengahan abad ke-18.

Bangunan ini terinspirasi oleh arsitektur klasik Yunani dan Romawi kuno.

Arsitektur neoklasik dicirikan oleh simetri, keseimbangan, dan penggunaan elemen klasik seperti kolom, pedimen, dan kubah.

Panthéon adalah contoh sempurna dari arsitektur Neoklasik.

Ini adalah bangunan simetris dengan fasad yang seimbang.

Fasadnya dihiasi dengan kolom-kolom Korintus dan pedimen dengan pahatan karya Pierre-Jean David d'Angers.

Panthéon juga memiliki kubah tinggi, ciri khas arsitektur Neoklasik.

Inovasi Teknis

Panthéon juga merupakan keajaiban teknik dan konstruksi.

Soufflot menggunakan beberapa teknik inovatif dalam pembangunan Panthéon.

Sebagai contoh, ia menggunakan rangka besi untuk memperkuat kubah. Ia juga menggunakan sistem dinding ganda untuk menopang berat kubah.

Inovasi Soufflot diperlukan karena Panthéon adalah bangunan yang luas dan berat.

Kubah Panthéon adalah kubah beton tanpa tulangan terbesar kedua di dunia.

Hal ini menjadikan Panthéon sebagai salah satu bangunan tertinggi di Paris.

Jika Anda berencana mengunjungi Pantheon Paris, berikut beberapa informasi tambahan untuk Anda:

Gambar Unggulan: Ben Guerin di Unsplash

Pantheon Paris: Arsitektur & Sejarah Keajaiban Abadi