
Duomo di Milano Madonnina: Penjaga Milan yang Anggun
Apurva Sinha
·4 min read
Menjulang megah di atas cakrawala Milan, Katedral Duomo bergaya Gotik melambangkan sejarah yang kaya dan kekuatan arsitektur kota ini. Salah satu pemandangan ikonik katedral ini adalah Patung Madonnina yang ikonik. Setiap tahun, 5 juta pengunjung datang untuk mengunjungi Katedral Milan, Patung Madonnina, yang berdiri setinggi 108,5 meter di atapnya. Rosa Camuna Madonnina, sebutan akrab penduduk setempat, adalah simbol emas dari iman abadi dan semangat pantang menyerah Milan. Artikel ini membagikan semua detail yang perlu Anda ketahui tentang Patung Madonnina di Duomo di Milano.
Sejarah Singkat di Balik Patung Tersebut
Gagasan untuk menempatkan patung Perawan Maria di puncak katedral dapat ditelusuri kembali ke awal abad ke-16. Bukti pertama berasal dari gambar tahun 1521 karya arsitek Cesare Cesariano. Namun, visi ini baru terwujud lebih dari 200 tahun kemudian. Pada tahun 1757, Veneranda Fabbrica del Duomo, organisasi yang menangani pembangunan katedral, menugaskan Giuseppe Perego untuk membuat model patung tersebut.
Setelah melalui banyak diskusi dan percobaan, desain Perego tentang Madonnina agung yang berdiri dengan tangan terentang ke langit akhirnya dipilih. Jubahnya yang mengalir dan ekspresi lembutnya dengan sempurna mewujudkan esensi keanggunan dan keilahian feminin. Mewujudkan desain Perego bukanlah tugas yang mudah. Menggunakan modelnya, pengrajin tembaga Giuseppe Bini dengan susah payah memukul dan membentuk 156 lembar kertas emas di atas kerangka kayu yang diukir untuk menciptakan figur patung tersebut.
Patung Madonnina yang megah setinggi 4,16 meter itu diangkat ke puncak menara tertinggi katedral menggunakan katrol pada bulan Desember 1774, melengkapi cakrawala ikonik Milan. Sejak saat itu, patung tersebut telah mengawasi kota melewati badai perang dan gelombang perubahan.
Kepentingan Spiritual Duomo di Milano Madonnina
Patung Madonnina lebih dari sekadar hiasan. Ia melambangkan iman Katolik yang teguh dan pengingat akan perlindungan ilahi Bunda Maria saat ia berdiri tegak, mengawasi kotanya. Beberapa bahkan mengklaim bahwa ia memiliki kekuatan penyembuhan yang ajaib. Di masa krisis, penduduk setempat memandang Madonnina untuk mencari harapan dan ketenangan.
Pada tahun 1607, patung Madonnina diputar ke arah timur menghadap pasukan Austria yang berjumlah 40.000 orang, sehingga menimbulkan kepanikan di antara barisan mereka. Pada tahun 1967, inti besi Madonnina yang berkarat diganti dengan baja tahan karat. Para pejabat kota membuat kapsul berisi sepotong Santo Chiodo bersejarah Milan (salah satu paku yang digunakan pada penyaliban Kristus), yang dilas di dalamnya. Dipercaya bahwa jimat ini telah melindungi kota selama berabad-abad.
Lebih dari Sekadar Ikon Keagamaan: Kebanggaan dan Identitas Warga Negara

Selain melambangkan pengabdian religius, patung Madonnina emas yang berkilauan itu mewakili kekuatan dan ketahanan abadi Milan. Selama "Lima Hari" pemberontakan Milan yang terkenal melawan kekuasaan Austria pada tahun 1848, para pemberontak dengan berani mengibarkan bendera Italia di atas patung Madonnina. Hal ini mengubah citranya dalam semalam dari ikon religius menjadi simbol patriotik yang kuat.
Sejak lima hari revolusi yang menentukan itu, Madonnina telah berdiri sebagai pengingat semangat juang dan kebanggaan nasional Milan. Hingga hari ini, pengibaran bendera tiga warna Italia di puncak Madonnina menandai hari-hari nasional penting dan acara-acara sipil.
Rahasia Katedral Milan ? Anda diundang untuk mengetahuinya!
Bergabunglah dengan jutaan pelancong yang puas dengan memesan melalui mitra tepercaya kami di seluruh dunia.
Pemugaran dan Pelestarian Patung
Berabad-abad terpapar cuaca telah mengikis keindahan patung Madonnina yang dicintai. Sementara kota di sekitarnya berubah dari kota abad pertengahan menjadi metropolis, Madonnina tetap menjaga ketenangannya sebagai penjaga kota yang teguh. Restorasi besar pertama dilakukan pada tahun 1939, menjelang Perang Dunia II. Para pejabat kota menyelimuti Madonnina dengan kain kamuflase untuk melindungi bentuk emasnya yang berkilauan agar tidak menjadi sasaran bom.
Barulah enam tahun kemudian, pada Mei 1945, ia muncul kembali dengan penuh kemenangan – sama seperti semangat kota itu. Sejak saat itu, Madonnina di Duomo di Milano telah menjalani restorasi berkala yang cermat untuk membersihkan dan menghidupkan kembali kemegahan emasnya. Restorasi besar terakhir dilakukan pada tahun 2012 dengan perbaikan total menara utama.
Duomo di Milano Madonnina Hari Ini
Hampir 250 tahun sejak pertama kali dibuat, Patung Madonnina tetap menjadi salah satu pemandangan paling ikonik di Milan. Diterangi oleh lampu sorot di malam hari, wujud emasnya bersinar terang di antara puncak-puncak Gotik. Saat ini, jutaan wisatawan berbondong-bondong ke Katedral Milan untuk melihat malaikat pelindung ini. Salah satu cara terbaik untuk mengamati Patung Madonnina dari dekat adalah dengan mengikuti tur atap. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang patung tersebut, kami sarankan Anda mengikuti tur atap berpemandu.
Gambar Unggulan: Duomomilano.it

