
Fakta-fakta Tentang Musée d'Orsay
Gargi Mallik
·3 min read
Terletak di Distrik ke-7 Paris, Musée d'Orsay memiliki sejarah yang unik, yang telah berkembang dari stasiun kereta api yang ramai menjadi museum terkenal.
Saat ini, tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata utama kota, yang memukau pengunjung dengan kekayaan budaya yang ditawarkannya.
Meskipun Museum Orsay terkenal karena koleksi karya seni Prancis dan Impresionisnya yang mengesankan, beberapa fakta yang kurang dikenal menambah daya tariknya.
Artikel ini akan membahas beberapa fakta paling menarik tentang Musée d'Orsay di Paris.
Bekas Stasiun Kereta Api yang Diubah Menjadi Museum Ikonik
Sebelum menjadi museum seni ternama, tempat ini dulunya merupakan stasiun kereta api megah yang menyambut banyak sekali pelancong ke Paris.
Dikenal sebagai Gare d'Orsay, stasiun ini merupakan terminal kereta api perkotaan pertama di dunia yang menggunakan tenaga listrik.
Jam yang Terawat Dengan Baik Ini Memiliki Pesona Sejarah
Meskipun telah diubah menjadi museum, arsitektur asli bangunan tersebut tetap utuh, termasuk jam ikoniknya.
Jam ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu tetapi juga membawa warisan masa lalu stasiun tersebut.
Kontribusi dari Museum Lain Memperkaya Koleksi
Sebelum pendiriannya, beberapa museum terkemuka menghadapi keterbatasan ruang untuk koleksi mereka.
Sebagai solusinya, Museum Nasional Seni Modern, Museum Jeu de Paume, dan Louvre menyumbangkan karya seni penting ke Museum Orsay dari pertengahan abad ke-19 hingga abad ke-20.
Nikmati Pemandangan Terbaik Paris dari Museum
Untuk menikmati panorama Paris yang menakjubkan, tidak perlu mencari tempat lain selain Musée d'Orsay.
Museum ikonik ini menawarkan pemandangan kota yang tak tertandingi dari dua lokasi utama.
Salah satu tempat terbaik adalah di lantai dua museum, di belakang jam besar, yang menawarkan pemandangan indah Sungai Seine di bawahnya.
Pemandangan menakjubkan lainnya menanti di teras, yang terletak tepat di atas Café des Hauteurs di lantai teratas museum.
Dari sini, pengunjung dapat melihat keindahan pemandangan Sungai Seine, jembatan-jembatannya yang menawan, dan landmark ikonik seperti Museum Louvre dan Gedung Opera Garnier.
Bangunan ini memiliki lebih banyak logam daripada Menara Eiffel.
Sebanyak 12.000 ton logam digunakan selama pembangunannya sebagai stasiun kereta api.
Dimensi museum yang panjangnya 574 kaki dan lebarnya 246 kaki bahkan melampaui Menara Eiffel dalam hal penggunaan logam, yang menggunakan 7000 ton.
Cahaya alami yang melimpah menyaring melalui kaca seluas 35.000 meter persegi.
Dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami, Museum Orsay memiliki hampir 35.000 meter persegi kaca, setara dengan luas lima lapangan sepak bola.
Prestasi arsitektur ini memungkinkan cahaya alami yang cukup masuk ke interior, mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan.
Peran Tidak Konvensional Selama Perang Dunia II
Di tengah kekacauan Perang Dunia II, Gare d'Orsay berhenti berfungsi sebagai stasiun kereta api.
Tempat ini menjadi pusat pengiriman surat yang vital untuk mengirimkan paket kepada para tahanan pada awal perang tahun 1939.
Butuh waktu 6 bulan untuk mendirikan museum tersebut.
Karena ukurannya yang sangat besar dan koleksinya yang luas yang terdiri dari 2000 karya seni dan 600 patung, para kurator membutuhkan waktu enam bulan untuk menata museum dengan cermat.
Harta Karun Karya Agung Impresionis
Museum Orsay memiliki koleksi lukisan Impresionis terbesar dari abad ke-19.
Di antara koleksi berharga miliknya terdapat karya-karya terkenal dari seniman seperti Vincent Van Gogh, Edouard Manet, Renoir, dan Gustave Courbet.
Upaya Arsitektur Kolaboratif Membentuk Museum Ini
Awalnya dirancang oleh arsitek Emile Benard, Lucien Magne, dan Victor Laloux, stasiun kereta api ini diresmikan pada tahun 1900.
Kemudian, ketika diputuskan untuk mengubahnya menjadi museum, arsitek Prancis Victor Alexandre Frederic Laloux ditugaskan untuk mengawasi pembangunan gedung tersebut.