
Tips Cara Menghindari Jet Lag
Gargi Mallik
·5 min read
Jet lag adalah masalah umum bagi banyak orang yang bepergian melintasi berbagai zona waktu. Gangguan pada siklus sirkadian alami tubuh menyebabkan gangguan ini, yang mengakibatkan kelelahan, sulit tidur, sakit kepala, dan mudah marah. Untungnya, ada berbagai strategi untuk mencegah jet lag dan memaksimalkan perjalanan Anda.
Sesuaikan jadwal tidur Anda
Jet lag bisa menjadi masalah besar bagi para pelancong, terutama mereka yang bepergian melintasi banyak zona waktu. Gejala jet lag dapat meliputi kelelahan, insomnia, sakit kepala, dan mudah marah, sehingga sulit untuk menikmati perjalanan Anda. Untungnya, ada berbagai pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah efek jet lag .
Tetap terhidrasi
Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan jet lag . Dehidrasi dapat meningkatkan gejala jet lag, jadi sangat penting untuk minum banyak air sebelum, selama, dan setelah perjalanan Anda. Anda juga sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan pelembap atau semprotan agar kulit Anda tidak terlalu kering selama penerbangan.
Tidur siang
Metode penting lainnya adalah mengubah jadwal tidur Anda jauh-jauh hari. Beberapa hari sebelum liburan, cobalah untuk secara bertahap mengubah rutinitas tidur Anda agar lebih mendekati zona waktu tempat Anda akan berkunjung. Misalnya, jika Anda bepergian dari Amerika Serikat ke Eropa, cobalah tidur satu jam lebih awal setiap malam selama beberapa hari sebelum perjalanan Anda .
Hindari alkohol dan kafein.
Sebaiknya hindari juga minum dan mengonsumsi kafein sebelum dan selama perjalanan Anda. Kedua obat tersebut dapat mengganggu tidur dan mempersulit adaptasi terhadap zona waktu baru. Untuk tetap terhidrasi, makanlah makanan ringan dan sehat serta minumlah banyak air.
Regangkan dan gerakkan tubuh
Sebaiknya Anda berdiri dan bergerak di dalam kabin atau melakukan peregangan di tempat duduk untuk menjaga sirkulasi darah selama penerbangan dan menurunkan risiko trombosis vena dalam (DVT). Kaus kaki kompresi juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan meminimalkan risiko DVT.
Makanlah makanan ringan.
Makanan berat dapat membuat Anda merasa lesu dan lelah, jadi cobalah untuk mengonsumsi makanan ringan dan sehat sebelum dan selama penerbangan Anda.
Rencanakan waktu kedatangan Anda
Usahakan tiba di tujuan Anda pada siang hari, karena lebih mudah untuk tetap terjaga dan menyesuaikan diri dengan waktu setempat.
Pertimbangkan untuk singgah
Jika memungkinkan, selingi penerbangan panjang dengan transit agar tubuh Anda dapat beradaptasi dengan zona waktu baru.
Gunakan bantal leher
Bantal leher dapat membuat Anda lebih nyaman dan memungkinkan Anda tidur lebih nyenyak di pesawat.
Gunakan penutup mata dan penyumbat telinga.
Ini dapat membantu menghalangi cahaya dan suara di pesawat, yang dapat mengganggu tidur Anda dan memperburuk jet lag.
Bersabarlah
Berikan waktu bagi tubuh Anda untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu baru, dan jangan terlalu memaksakan diri di beberapa hari pertama perjalanan Anda.
Kesimpulan
Singkatnya, bagaimana mempersiapkan diri menghadapi jet lag bisa menjadi kesulitan besar bagi para pelancong, tetapi ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi dampaknya. Anda dapat membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu baru dan menikmati perjalanan Anda tanpa merasa lesu atau lelah dengan mengikuti kiat-kiat dari seorang pramugari berpengalaman ini. Jaga tubuh tetap terhidrasi, cukup tidur di pesawat, berolahraga sebelum perjalanan, hindari makanan berat dan kopi, gunakan bantal leher dan penutup mata, dan yang terpenting, bersabarlah dengan tubuh Anda saat menyesuaikan diri dengan zona waktu baru. Anda dapat menghindari jet lag dan memaksimalkan liburan Anda dengan sedikit perencanaan dan rekomendasi bermanfaat ini.
Pertanyaan yang sering diajukan wisatawan: bagaimana cara menghindari jet lag?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa saja gejala jet lag?
Jet lag adalah kondisi tidur sementara yang disebabkan oleh perjalanan melintasi banyak zona waktu, yang mengganggu jadwal internal tubuh Anda. Gejala jet lag berbeda-beda tergantung pada individu, lamanya perjalanan, dan jumlah zona waktu yang dilalui, namun, beberapa gejala umum meliputi: Kelelahan dan kantuk di siang hari, kesulitan tidur atau terbangun di malam hari, sakit kepala, mudah tersinggung dan perubahan suasana hati, masalah perut seperti sembelit, diare, atau mual, kesulitan berkonsentrasi atau merasakan nyeri dan kaku otot, kehilangan nafsu makan atau peningkatan rasa lapar di waktu yang tidak tepat.
2. Apa obat terbaik untuk jet lag?
Beberapa cara dapat membantu meringankan gejala jet lag dan membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu baru. Tetap terhidrasi. Tidur di pesawat. Sesuaikan jadwal tidur Anda. Hindari kafein dan alkohol. Gunakan penutup mata dan penyumbat telinga. Bangun dan bergeraklah.
3. Kapan waktu terbaik untuk terbang agar terhindar dari jet lag?
Meskipun tidak ada waktu penerbangan pasti yang dapat mencegah jet lag, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, arah perjalanan sangat penting karena jet lag seringkali lebih buruk saat terbang ke arah timur karena perbedaan waktu. Jika memungkinkan, usahakan untuk mengatur penerbangan ke arah barat, karena ini memungkinkan tubuh Anda untuk menyesuaikan diri dengan penambahan waktu dengan lebih mudah.
4. Bagaimana cara menghindari jet lag pada balita?
Cara mempersiapkan diri menghadapi jet lag sangat menantang bagi balita karena pola dan rutinitas tidur mereka terganggu, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu baru. Berikut beberapa tips untuk membantu menghindari jet lag pada balita: Sesuaikan jadwal tidur mereka sebelum perjalanan; Usahakan untuk mempertahankan rutinitas mereka sebisa mungkin; Rencanakan waktu istirahat dan waktu luang; Pastikan mereka tetap terhidrasi; Ajak mereka beraktivitas di luar ruangan.
5. Adakah pengobatan alami atau suplemen yang dapat membantu mencegah jet lag, dan seberapa efektifkah pengobatan tersebut?
Terdapat beberapa pengobatan alami dan suplemen yang dapat membantu mencegah jet lag atau mengurangi jet lag, seperti melatonin, akar valerian, dan teh chamomile. Pengobatan ini bekerja dengan membantu mengatur siklus tidur dan mengurangi kecemasan, yang dapat berkontribusi pada jet lag. Meskipun beberapa pelancong meyakini khasiat pengobatan ini, bukti ilmiah tentang efektivitasnya masih beragam. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen apa pun atau melakukan perubahan signifikan pada rutinitas tidur Anda.
Gambar Unggulan: frantic/ Getty Images