
Kincir Angin Moulin Rouge
Gargi Mallik
·3 min read
Nama “Moulin Rouge” berarti “kincir angin merah” dalam bahasa Prancis, dan kincir angin tersebut mungkin akan menjadi hal pertama yang menarik perhatian Anda saat mengunjungi Moulin Rouge.
Ini lebih dari sekadar elemen dekoratif; ini adalah karya seni yang indah.
Kincir Angin Merah di Moulin Rouge adalah simbol ikonik dari kabaret terkenal tersebut dan merupakan bagian arsitektur yang penting.
Sejarah Kincir Angin Moulin Rouge
Kincir angin merah ikonik di puncak Moulin Rouge di Paris memiliki sejarah yang menarik.
Joseph Oller membangun kincir angin ini pada tahun 1889 untuk mengenang masa lalu ketika Montmartre masih merupakan desa kecil dengan kebun anggur dan kincir angin.
Tempat di dekat Montmartre dikenal sebagai kawasan lampu merah, dan kincir angin merah adalah cara untuk mengenang dan menghormati masa lalu itu.
Warna merah dipilih karena kaitannya dengan cinta, gairah, dan erotisme.
Kincir angin yang seluruhnya dicat merah itu langsung mudah dikenali dan diabadikan dalam karya-karya terkenal oleh seniman seperti Henri de Toulouse-Lautrec.
Moulin Rouge, dengan sejarahnya yang kaya dan hubungannya dengan era Belle Époque yang semarak, terus melambangkan kemewahan dan dekadensi di Kota Cahaya.
Teori menarik di balik kincir angin Moulin Rouge.
Sebuah teori seputar kincir angin berkaitan dengan saudara-saudara Debray.
Saudara-saudara Debray, yang merupakan pemilik Moulin de la Galette, terlibat dalam peristiwa tragis yang terkait dengan sejarah Moulin Rouge.
Dalam sebuah konfrontasi, tiga bersaudara Debray tewas saat membela kincir angin keluarga mereka.
Sebagai balas dendam, saudara laki-laki yang selamat mengambil tindakan terhadap perwira Rusia itu dengan menembaknya, menyebabkan perwira tersebut tewas.
Untuk mengenang kejadian itu, sang ibu meletakkan kincir angin kecil berwarna merah di makam anak-anaknya.
Diyakini bahwa dari sinilah ide untuk kincir angin merah di Moulin Rouge berasal.
Jadi, kincir angin merah adalah cara untuk menghormati saudara-saudara Debray dan peristiwa menyedihkan yang terkait dengan kincir angin keluarga mereka.
Kincir angin awalnya dimasukkan ke dalam desain Moulin Rouge sebagai penghormatan kepada kincir angin yang dulunya menghiasi perbukitan Montmartre, lingkungan tempat kabaret itu berada.
Namun, hal itu dengan cepat menjadi bagian integral dari identitas Moulin Rouge dan membantu menjadikan kabaret tersebut sebagai salah satu landmark paling terkenal di Paris.
Tiket untuk The Moulin Rouge terjual habis dengan cepat! Pastikan Anda memesan tiket jauh-jauh hari untuk menghindari kekecewaan di menit-menit terakhir.
Arsitektur & Gaya Kincir Angin Merah Moulin Rouge
Dari segi arsitektur, kincir angin ini merupakan contoh utama dari gaya Art Nouveau.
Gaya ini, yang muncul pada akhir abad ke-19, dicirikan oleh penekanannya pada bentuk organik serta material dan teknik baru.
Benda ini dihiasi dengan pola dan bentuk yang rumit, dan warna merah cerahnya menambah dampak visual yang mencolok.
Apa arti penting dari kincir angin merah di Moulin Rouge?
Kincir Angin Merah di Moulin Rouge melambangkan suasana kabaret yang meriah dan penuh semangat.
Desainnya yang berani dan mencolok mencerminkan reputasi kabaret tersebut untuk pertunjukan yang mewah dan penampilan yang vulgar.
Ini adalah simbol dari semangat Moulin Rouge dan energi pertunjukan yang berlangsung di dalam dindingnya.
Selain nilai sejarah dan arsitekturnya, kincir angin merah di Moulin Rouge juga merupakan elemen seni yang indah dan mencolok.
Kesimpulannya, desain kincir angin yang rumit menjadikannya tambahan yang mencolok dan tak terpisahkan dari cakrawala kota Paris.
Gambar Unggulan: Frenchmoments.eu
