
Fakta-fakta Museum Prado
Apurva Sinha
·6 min read
Museum Prado memiliki salah satu koleksi seni terbaik di Eropa.
Karya seni dari Francisco Goya, Hieronymus Bosch, El Greco, Peter Paul Rubens, Titian, dan Diego Velázquez dapat ditemukan di Prado.
Namun, karena museum ini telah berdiri selama lebih dari dua abad, ada banyak fakta yang tersembunyi di dalam dinding museum tersebut.
Artikel ini mengungkap semua fakta tentang Museum Prado.
Seorang Arsitek Terkenal Membangunnya

Charles III menugaskan arsitek terkenal Juan de Villanueva untuk membangun Museum Prado pada tahun 1785.
Visi awal Charles adalah membangunnya sebagai Museum Sejarah Alam Madrid.
Juan de Villanueva adalah arsitek yang terpilih. Di Spanyol, Juan dikenal sebagai arsitek Pencerahan.
Bangunan ini awalnya direncanakan sebagai Museum Sejarah Alam Madrid. Namun, sekarang menjadi Museum Seni Nasional Spanyol terkemuka, yang menyimpan karya seni Eropa dari abad ke-12.
Museum Kerajaan berganti nama menjadi Museum Nasional Lukisan dan Patung setelah sebelumnya dikenal sebagai Museum Kerajaan.
Raja Ferdinand VII dan Ratu Isabel membuka museum ini untuk umum pada tahun 1819. Pada saat itulah museum ini diberi nama seperti sekarang, Museo Nacional Del Prado.
Prado Menjadi Museum pada Tahun 1819

Salah satu fakta sejarah tentang Museum Prado adalah bahwa museum ini dirancang pada tahun 1788 sebagai pusat ilmu pengetahuan alam.
Setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabel mengubah fungsi museum tersebut, museum itu menjadi galeri publik pada tahun 1819.
Sang ratu adalah orang yang meyakinkan Raja Ferdinand, cucu dari Charles III, untuk mengizinkan museum menyimpan lukisan dan patung.
Museum tersebut menyimpan karya seni dari keluarga kerajaan Spanyol untuk menunjukkan kepada Eropa bahwa seni Spanyol memiliki nilai.
Ini adalah bagian dari Segitiga Emas Seni Madrid.

Fakta menarik tentang Museum Prado adalah bahwa museum ini merupakan bagian dari Segitiga Emas Seni Madrid yang ikonik.
Dua museum lainnya di segitiga tersebut adalah Museum Thyssen-Bornemisza dan Museo Reina Sofia.
Ketiga museum ini merupakan favorit wisatawan dan terletak berdekatan di jalan Paseo del Prado.
Mereka memiliki koleksi seni Eropa dan Spanyol terbaik dan memajang karya-karya agung dari seniman ternama.
Jika Anda seorang pencinta seni dan ingin melihat karya seni dari berbagai abad, mengunjungi Segitiga Emas Seni di Madrid adalah suatu keharusan.
Karya seni pertama yang dipamerkan di museum tersebut berasal dari Spanyol.
Ketika Raja Ferdinand dan Ratu Isabel mengubah fungsi museum tersebut, tujuannya adalah untuk memamerkan hanya karya seni Spanyol.
Oleh karena itu, ketika Museum Prado membuka pintunya untuk umum pada tahun 1819, museum tersebut hanya menyimpan koleksi 311 lukisan.
Karya-karya lain di situs tersebut merupakan koleksi dari lebih dari 1.000 kediaman kerajaan.
Namun, koleksi tersebut meningkat pada abad ke-16, ketika Charles V menggantikan raja-raja Habsburg dan Bourbon.
Madrazos, José de Madrazo y Agudo dan Federico de Madrazo, Vicente López, Carlos de Haes, Eduardo Rosales, dan Sorolla termasuk di antara seniman yang diwakili di museum ini.
Setelah itu, lebih dari 2000 lukisan, patung, cetakan, dan gambar telah ditambahkan ke koleksi asli Prado.
Pemberian lukisan-lukisan hitam karya Goya oleh Barón Emile d'Erlanger pada tahun 1881 merupakan warisan penting bagi museum tersebut.
Karya seni di rumah ini berasal dari museum yang sudah tutup.

Salah satu fakta menarik tentang museum El Prado adalah artefak-artefaknya berasal dari museum-museum yang sekarang sudah tutup.
Koleksi karya seni museum ini berjumlah sekitar 1510 buah ketika pertama kali dibuka.
Saat ini terdapat sekitar 7600 lukisan dalam koleksi museum, serta lebih dari 1000 patung.
Beberapa koleksi ini berasal dari museum yang telah ditutup, seperti Museo de la Trinidad (ditutup pada tahun 1872) dan Museo de Arte Moderno (ditutup pada tahun 1971).
Koleksi museum telah bertambah berkat sejumlah warisan, sumbangan, dan pembelian.
Tidak Semua Karya Seni Dipamerkan
Museo Nacional del Prado memiliki lebih dari 25.000 karya seni, mulai dari patung dan lukisan hingga cetakan, gambar, dan foto.
Ini berarti koleksi museum tersebut sangat luas sehingga tidak dapat dipamerkan bersama-sama.
Hanya 1/7 dari koleksi yang dipamerkan, sementara beberapa perlengkapan disumbangkan sementara ke museum dan galeri lain.
Museum Prado dulunya dikenal sebagai Museum Kerajaan.

Setelah kematian Charles III, Ferdinand dan Ratu Isabel mengambil alih kekuasaan di Spanyol.
Raja Ferdinand tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan Museum Kerajaan.
Ratu Isabel membujuk Raja untuk memanfaatkan museum tersebut untuk lukisan dan patung.
Setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabel merenovasinya, bangunan itu menjadi Museum Nasional Lukisan dan Patung.
Museum ini akhirnya berganti nama menjadi Museum Nasional Lukisan dan Patung, dan kemudian menjadi Museo Nacional del Prado.
Ketika dinasionalisasi pada tahun 1868, universitas ini diberi nama seperti sekarang.
Museum del Prado secara harfiah berarti Museum Padang Rumput, yang menunjukkan tujuan awalnya sebagai museum ilmu pengetahuan alam.
Museum ini diperluas pada abad ke-20 untuk mengakomodasi koleksinya yang terus bertambah.
Bangunan tersebut diperluas untuk mengakomodasi koleksinya.

Salah satu fakta arsitektur tentang Museum Prado adalah bahwa museum ini telah beberapa kali diubah secara strategis untuk mengakomodasi koleksinya yang sangat besar.
Seiring waktu berlalu, koleksi museum bertambah, sehingga dibangunlah bangunan tambahan.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, dua gedung baru, Palacio de Villahermosa dan Casón del Buen Retiro, diperkenalkan ke kampus Prado untuk perluasannya.
Pada tahun 2007, sayap baru lainnya dirancang oleh Rafael Monroe untuk meningkatkan modernisasi museum.
Bahkan hingga hari ini, dengan lebih dari 27.000 karya seni, objek wisata terkenal di Madrid ini masih terus berkembang, baik dari segi arsitektur maupun artistik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa fakta menarik tentang Museum Prado?
Museum Prado dibuka kembali pada tahun 1819. Awalnya dibangun sebagai pusat ilmu pengetahuan alam, yang dirancang oleh arsitek terkenal Juan de Villaneuva. Namun setelah mendapat dorongan dari Ratu Isabel, Raja Ferdinand mengubahnya menjadi museum seni.
2. Mengapa Museum Prado dibangun?
Museum ini dibangun untuk menampung Kabinet Sejarah Alam atas perintah Raja Charles III. Namun, setelah bertahun-tahun, tujuan museum diubah menjadi menyimpan karya seni Kerajaan Spanyol untuk umum. Fakta tentang Museum Prado adalah bahwa museum ini telah memperluas dan meningkatkan koleksinya sejak saat itu.
3. Apa lukisan paling terkenal di Museum Prado?
Lukisan Las Meninas karya Velázquez mungkin merupakan lukisan paling populer di Museum Prado. Lukisan ini memiliki kanvas terbesar yang pernah dibuat oleh pelukis Serville, dengan lebar lebih dari 3 meter dan tinggi 3 meter.
4. Patung siapa yang berada di depan Museum Prado?
Patung Velázquez (Madrid), di depan gerbang utama museum, didedikasikan untuk Diego de Velázquez. Patung ini mungkin merupakan karya seni pertama yang akan Anda lihat di Prado.
Gambar Unggulan: Nytimes.com
