Fear of heights and helicopter tours

rasa takut ketinggian dan tur helikopter

A

Apurva Sinha

·4 min read

Anda tidak sendirian jika pernah merasa gugup atau tidak nyaman saat menaiki tangga.

Rasa takut ketinggian adalah perjuangan sehari-hari bagi banyak orang.

Sebagian orang mengalaminya bahkan tanpa berada di tempat yang tinggi.

Cara terbaik untuk mengatasi rasa takut ketinggian dan terbang adalah dengan memahami penyebab dan akibatnya.

Apa nama dari rasa takut ketinggian?

Ketakutan yang hebat atau fobia terhadap ketinggian disebut akrofobia.

Ini adalah gangguan kecemasan yang diakui—seseorang dengan akrofobia mengalami kecemasan dan ketidaknyamanan yang parah saat memikirkan atau berada jauh dari tanah.

Sebagian besar penduduk mengalami rasa takut ketinggian yang ringan dan rutin.

Namun, orang yang mengidap akrofobia mengalami bentuk akrofobia yang jauh lebih mengganggu.

Apa penyebab fobia ketinggian?

Menurut penelitian, rasa takut ketinggian bersifat naluriah.

Pada manusia, naluri menciptakan kesadaran akan ketinggian.

Pada penderita akrofobia, kesadaran menjadi terlalu dominan, sehingga menyulitkan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas dasar.

Kurangnya keterampilan motorik dan keseimbangan juga dapat menyebabkan rasa takut ketinggian.

Jika Anda pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti jatuh dari ketinggian, hal itu dapat menyebabkan akrofobia.

Rasa takut jatuh dan suara keras sering kali menyertai rasa takut ketinggian.

Terkadang insiden kecil di masa kanak-kanak tersimpan dalam ingatan sebagai trauma, yang mengakibatkan rasa takut ketinggian di masa depan.

Apakah rasa takut ketinggian itu umum terjadi?

Ketakutan terhadap laba-laba atau rasa takut naik pesawat terbang, yang disebut fobia, adalah jenis gangguan kecemasan yang paling umum.

Takut ketinggian adalah salah satu fobia paling umum yang dialami orang.

Sekitar 3 persen hingga 5 persen populasi menderita fobia ini.

Apa saja tanda dan gejala akrofobia?

Rasa takut ketinggian dapat berdampak pada seseorang secara psikologis dan fisik.

Gejala psikologis meliputi:

  • Mengalami kepanikan dan ketidaknyamanan saat memikirkan, melihat, atau berada di tempat yang tinggi.
  • Ketakutan terjebak di ketinggian yang signifikan.
  • Menghadapi kesulitan saat melakukan tugas sehari-hari seperti menaiki tangga, mengintip keluar jendela, dan mengemudi di jalan raya.
  • Merasa perlu untuk keluar ketika berada di tempat yang lebih tinggi.

Gejala fisik meliputi:

  • Mengalami pusing atau kehilangan keseimbangan saat melihat ke tempat yang tinggi atau ke bawah.
  • Detak jantung meningkat, nyeri dada, dan rasa sesak akibat memikirkan atau berada di tempat yang tinggi.
  • Merasa gemetar saat berdiri di tempat yang lebih tinggi.

Cara mengatasi rasa takut ketinggian

Tersedia berbagai bantuan psikologis untuk mengatasi akrofobia.

Langkah pertama yang dapat Anda ambil untuk mengatasinya adalah merasionalisasi rasa takut Anda.

Cobalah memahami akar penyebab fobia Anda dan reaksi tubuh Anda.

Terapi paparan bermanfaat bagi orang yang takut ketinggian.

Melatih tubuh secara bertahap untuk terbiasa dengan ketinggian yang berbeda dapat membuat pengalaman tersebut menjadi tidak terlalu menakutkan.

Mempelajari dan mempraktikkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam akan membantu.

Terapi perilaku kognitif juga dapat membantu Anda mengatasi fobia Anda dengan lebih baik.

Jika Anda menyadari suatu situasi di mana Anda mungkin akan menghadapi rasa takut Anda, persiapkan diri Anda secara mental terlebih dahulu.

Tersedia obat-obatan untuk membantu mengatasi akrofobia, tetapi konsultasi dengan dokter sangat penting.

Takut ketinggian dan terbang

Rasa takut terbang sering kali berasal dari rasa takut ketinggian.

Orang yang takut ketinggian lebih bergantung pada isyarat visual daripada orang lain dan mengalami kesulitan terbang dengan pesawat.

Penderita akrofobia mengalami kesulitan signifikan dalam hal gerakan dan indra.

Oleh karena itu, mengikuti tur helikopter bukanlah ide yang bagus jika fobia tersebut tidak diobati.

Hal itu bisa memicu kecemasan Anda dan menyulitkan Anda untuk menstabilkan diri selama penerbangan.

Jika fobia ketinggian Anda masih bisa dikelola, Anda tidak perlu melewatkan pengalaman terbang.

Apakah tur helikopter berbahaya?

Apakah tur helikopter berbahaya?
Gambar: Vaughn.edu

Kemungkinan tur helikopter menjadi berbahaya atau mematikan sangat kecil.

Statistik menunjukkan bahwa lebih banyak orang meninggal dalam kecelakaan mobil daripada dalam kecelakaan pesawat.

Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin dilakukan sebelum lepas landas.

Pilot memeriksa semua faktor yang dapat memengaruhi perjalanan, seperti kondisi cuaca, kecepatan angin, dan berat di dalam helikopter.

Anda akan mendapatkan pengarahan mengenai protokol keselamatan dan peralatan darurat.

Biasakan diri Anda dengan proses dan area tersebut untuk mengurangi rasa takut terhadap situasi yang tidak pasti.

Jika Anda sudah mengatasi rasa takut ketinggian dan terbang, Anda akan memiliki pengalaman yang lancar.

Gambar Unggulan: Roberto Caucino (Canva)