
Sejarah Sainte Chapelle
admin
·4 min read
Sainte-Chapelle adalah sebuah kapel bergaya Gotik yang terletak di jantung kota Paris, Prancis.
Bangunan ini dibangun oleh Raja Louis IX, yang juga dikenal sebagai Santo Louis, untuk menyimpan koleksi relik keagamaannya, termasuk Mahkota Duri.
Dia percaya bahwa itu adalah mahkota yang persis sama yang dikenakan Yesus saat penyaliban-Nya.
Dengan diperolehnya relik-relik ini, Sainte Chapelle menjadi salah satu tempat ziarah terpenting di dunia Kristen.
Artikel ini akan memberikan sedikit gambaran tentang sejarah Sainte Chapelle.
Sejarah pembangunan Sainte Chapelle
Pembangunan Sainte Chapelle dimulai setelah tahun 1238 dan selesai hanya dalam tujuh tahun, menjadikannya salah satu bangunan yang dibangun paling cepat pada masanya.
Kapel yang dirancang dengan gaya Rayonnant ini memiliki ciri khas berupa penggunaan jendela kaca patri dan lengkungan runcing.
Bangunan ini memiliki dua tingkat, tingkat bawah berfungsi sebagai kapel untuk keluarga kerajaan dan tingkat atas berfungsi sebagai kapel untuk para pendeta.
Sejarah Sainte Chapelle dikenal karena jendela kaca patri yang indah yang menutupi sekitar delapan puluh persen permukaan dinding.
Jendela-jendela tersebut menggambarkan adegan-adegan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, termasuk contoh terbaik dari kaca patri abad ke-13 di seluruh dunia.
Selama berabad-abad, La Sainte Chapelle telah mengalami beberapa renovasi dan restorasi.
Bangunan ini mengalami kerusakan parah selama Revolusi Prancis dan kemudian dipulihkan pada abad ke-19.
Saat ini, tempat ini merupakan objek wisata populer dan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Bangunan ini memiliki 15 jendela, masing-masing setinggi 15 meter, dengan panel kaca patri yang menakjubkan yang menggambarkan 1.113 adegan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru hingga kedatangan relik.
Pesan tiket Sainte Chapelle Anda secara online untuk menikmati akses tanpa antrean dan menelusuri sejarah Sainte Chapelle.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Ingin tahu lebih banyak tentang sejarah Sainte Chapelle? Berikut adalah jawaban atas semua pertanyaan Anda.
Siapa yang membangun Sainte Chapelle?
Sainte Louis IX, yang sebelumnya adalah Raja Louis, membangun Sainte Chapelle.
Dia membangun kapel tepat di jantung kota Paris Île de la Cité, di kediaman kerajaannya, Palais de la Cité.
Ia membangun tempat ini khusus untuk menyimpan relik-relik suci yang penting bagi Kekristenan Barat, seperti Mahkota Duri.
Mengapa Sainte Chapelle dibangun?
Sainte Chapelle dirancang untuk menyimpan artefak Kristen yang tak ternilai harganya, seperti mahkota duri Kristus.
Pembangunannya memakan waktu tujuh tahun, yang merupakan pencapaian luar biasa. Pengaruh dari agama dan politik turut berperan.
Raja yang berkuasa itu menjadi kepala Kekristenan Barat ketika ia memperoleh artefak-artefak suci ini.
Berapa umur Sainte Chapelle?
Dibangun pada tahun 1248 dan dipesan oleh Sainte Louis IX, Sainte Chapelle dibangun sebagai bagian dari Palis de la Cite.
Ini adalah salah satu bangunan tertua yang masih berdiri di Paris, terletak di jantung kota.
Fungsi utama Sainte Chapelle adalah untuk menyimpan relik suci milik Kekristenan Barat.
Apa yang digambarkan oleh jendela kaca patri itu?
Kaca patri di Sainte Chapelle menggambarkan kisah-kisah dari Alkitab, sejarah, dan sastra.
Kaca-kaca Sainte Chapelle memiliki cara tersendiri untuk menceritakan kisah melalui warna-warna cerah yang semarak dan gambar-gambar yang dilukis dengan indah.
Setiap jendela memiliki keunikan tersendiri dan secara artistik menggambarkan kisah yang berbeda dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Alkitab.
Apa yang dilambangkan oleh Jendela Mawar?
Simbolisasi jendela mawar berbeda bagi umat Katolik modern dan ujung transept.
Di ujung transept, jendela mawar berulang kali didedikasikan untuk Maria, Bunda Yesus.
Dalam Kekristenan modern, ia sering dikaitkan dengan Perawan Maria karena salah satu gelar yang diberikan kepada Santo Bernardus dari Clairvaux adalah Mawar Mistik.
Mengapa kapel itu dibagi menjadi dua bagian?
Sainte Chapelle terbagi menjadi Kapel Atas dan Kapel Bawah.
Hal ini dilakukan karena Kapel Atas dibuat untuk teman dekat dan keluarga Raja dan hanya dapat diakses oleh mereka melalui teras luar.
Kapel Bawah dibangun untuk staf dan pekerja Istana.
Apa arti penting dari relik-relik di Sainte Chapelle?
Relik-relik Sainte Chapelle adalah relik suci yang dulunya milik Yesus Kristus, yang kemudian diperoleh oleh Monarki Prancis.
Sainte Chapelle di Paris awalnya dibangun untuk menyimpan relik-relik ini guna meningkatkan kekuatan Santo Louis dalam Kekristenan Barat.
Namun, peninggalan-peninggalan tersebut kini disimpan di perbendaharaan katedral di Katedral Notre Dame.
Kapan monumen itu rusak?
Kebakaran telah menghancurkan Sainte Chapelle dua kali; yang pertama pada tahun 1630, dan yang kedua pada tahun 1776.
Kapel tersebut dihancurkan selama Revolusi karena terkenal sebagai tempat penyimpanan artefak keagamaan penting dan berfungsi sebagai arsip Palais de Justice.
Sebagai salah satu bangunan tertua yang masih berdiri di Paris, Sainte Chapelle memiliki masa lalu yang unik.
