History of Santa Maria delle Grazie

Sejarah Santa Maria delle Grazie

A

admin

·5 min read

Terletak di Milan, gereja Santa Maria delle Grazie berdiri sebagai simbol pengabdian religius dan keunggulan artistik.

Gereja terkenal ini, yang didampingi oleh biara yang mengesankan, memiliki sejarah yang mempesona yang membentang selama berabad-abad.

Sejarah Santa Maria delle Grazie berawal dari perintah Adipati Milan, Francesco I Sforza, yang menginginkan sebuah gereja megah untuk menggantikan kapel yang lebih kecil yang didedikasikan untuk Santa Maria dari Rahmat.

Salah satu fakta menarik tentang Santa Maria delle Grazie adalah hubungannya dengan mural terkenal, Perjamuan Terakhir, yang dilukis oleh seniman brilian Leonardo da Vinci.

Karya agung ini menarik banyak sekali pengagum untuk menyaksikan penggambaran yang memikat tentang momen penting dalam sejarah Kekristenan.

Gereja dan biara ini telah menyaksikan sejarah berabad-abad, melewati peperangan dan renovasi.

Saat ini, Anda dapat mengagumi arsitektur yang indah, berjalan-jalan di halaman yang tenang, dan menikmati seni di kapel-kapel.

Karena terus menarik pengunjung dari seluruh dunia, tempat ini menjadi landmark budaya dan keagamaan yang penting di Milan.

Saat kita menelusuri sejarah Santa Maria delle Grazie yang mempesona, Anda akan menemukan tempat yang tidak hanya memiliki makna religius tetapi juga menyimpan warisan budaya yang mendalam.

Baik Anda menyukai sejarah, seni, atau sekadar menjelajah, perjalanan ke Santa Maria delle Grazie menjamin pengalaman yang tak terlupakan.

Ikuti tur berpemandu Perjamuan Terakhir Leonardo da Vinci untuk menghayati dan mempelajari sejarah menawan Santa Maria delle Grazie, gereja dan biara ikonik di Milan.

Konstruksi dan Desain

Biara Dominikan ini dibangun dari tahun 1463 hingga 1469, dipimpin oleh arsitek Guiniforte Solari.

Pembangunan gereja tersebut memakan waktu lebih lama karena keinginan Adipati Ludovico untuk menggunakannya sebagai tempat pemakaman keluarganya.

Bagian apse dan biara dibangun kembali, dan gereja akhirnya selesai pada tahun 1497. Istri Ludovico, Beatrice, dimakamkan di sana.

Desain arsitekturnya, yang memadukan pengaruh Gotik dan Romawi, menampilkan gaya dan teknik yang berkembang pada era Renaisans awal.

Bahan konstruksinya mencakup sumber daya lokal seperti tembikar dan granit, yang digunakan untuk konstruksi batu dan hiasan pada bagian atas kolom.

Gereja ini memiliki ruang utama dan dua lorong, yang khas dari gaya Renaisans Lombardia, dengan kubah berbentuk ogival dan atap miring.

Kapel dan Kontribusi Artistik

Menelusuri fakta-fakta tentang Santa Maria delle Grazie mengungkap perjalanan luar biasa melintasi waktu, menawarkan wawasan tentang dampak mendalam dari gereja dan biara yang terhormat ini.

Di dalam gereja terdapat tujuh kapel di setiap lorong samping, yang secara historis digunakan oleh keluarga-keluarga terkemuka Milan untuk pemakaman dan doa pribadi.

Kapel-kapel ini dihiasi dengan lukisan dinding karya seniman terkenal seperti Gaudenzio Ferrari.

Napoleon memperoleh dan menempatkan lukisan 'Penobatan dengan Duri' karya Tiziano Vecellio di gereja, tetapi sekarang lukisan itu dipajang di Museum Louvre.

Biara dan Konven

Biara tersebut terdiri dari tiga serambi.

Bangunan pertama dihancurkan pada tahun 1897, sedangkan bangunan kedua, yang dikenal sebagai Biara Agung, memiliki sel-sel untuk para biarawan.

Biara Orang Mati, yang terletak di dekat Kapel Perawan Maria Rahmat kuno, kini menjadi tempat Kapel Rosario.

Biara Orang Mati hancur selama Perang Dunia II dan kemudian dibangun kembali.

Ruang pertemuan, ruang pidato, dan perpustakaan terletak di sekitar serambi.

Ruang Makan dan Perjamuan Terakhir

Saat mempelajari tentang Santa Maria delle Grazie, penting untuk memperhatikan hubungannya dengan mural terkenal, 'Perjamuan Terakhir'.

Ruang makan, yang terletak di sisi barat biara, mengalami kerusakan akibat pemboman pada tahun 1943.

Namun, dua lukisan yang masih ada hingga kini adalah 'Perjamuan Terakhir' karya Leonardo da Vinci dan 'Penyaliban' karya Donato Montorfano.

Ruang makan ini juga memiliki hiasan dinding berupa lukisan fresko di dinding baratnya yang berasal dari periode yang sama.

Dalam tur jalan kaki bersejarah berpemandu di Milan , Anda dapat menyaksikan mural 'Perjamuan Terakhir' karya Da Vinci tanpa harus mengantre panjang.

Santa Maria delle Grazie sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Termasuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1980, gereja ini memiliki nilai budaya yang sangat penting, dan ada kebutuhan untuk melestarikan nilai sejarah dan artistiknya.

Sebagai lokasi budaya dan seni yang luar biasa, gereja ini mewakili warisan bersama umat manusia.

Sejarah Santa Maria delle Grazie mengingatkan kita betapa besar pengaruh periode Renaisans terhadap seni.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Lukisan terkenal apa yang terdapat di Santa Maria delle Grazie?

Siapa yang membangun Santa Maria delle Grazie?

Di manakah lukisan asli Perjamuan Terakhir berada?

Gambar Unggulan: Cenacolovinciano.org