
Pameran Stonehenge
Gargi Mallik
·5 min read
Pameran Stonehenge adalah pengalaman interaktif dan mendalam yang menghidupkan misteri monumen penuh teka-teki tersebut.
Pengunjung dari segala usia dapat menjelajahi dunia di balik bebatuan, mengungkap rahasia para pembangunnya, lanskap, dan tempatnya di dunia yang lebih luas.
Melalui tampilan interaktif, arkeologi, dan pengalaman audio-visual mutakhir, pengunjung dapat mengungkap kisah di balik batu-batu tersebut dan makna Stonehenge.
Artefak-artefak luar biasa yang dipamerkan tercantum di sini.
Kapak yang dipoles

Kapak yang diasah dari Situs Warisan Dunia Stonehenge adalah contoh langka dari alat Neolitikum awal.
Benda ini dibuat oleh orang-orang dari batu yang berasal dari Great Langdale di Cumbria, yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 4000 SM.
Komunitas pertanian Neolitik awal kemungkinan menggunakan kapak ini untuk membersihkan lahan hutan, sebuah tugas penting.
Para pedagang mendistribusikan kapak yang terbuat dari batu yang berasal dari Great Langdale di Cumbria ke seluruh Inggris secara luas.
Kelompok pembuat alat batu

Pembuatan alat dari batu api adalah seni kuno membentuk batu api atau batu menjadi perkakas, senjata, dan perhiasan.
Pada tahun 1997, para arkeolog menemukan parit gundukan Amesbury sepanjang 42 kaki, yang berisi beberapa alat batu api dan sebongkah batu api yang kemudian mereka gunakan untuk merekonstruksi bagian ini.
Museum Salisbury & South Wiltshire mendedikasikan kelompok pengolahan batu apinya untuk melestarikan dan mewariskan bentuk seni kuno ini.
Mereka mendemonstrasikan bagaimana metode dan alat tradisional dapat digunakan untuk mengolah batu api dan membuat perkakas serta senjata dari batu.
Rahang bawah

Rahang bawah (mandibula) ini berasal dari sapi domestik dan merupakan satu-satunya tulang yang ditemukan di Stonehenge.
Para arkeolog menemukan pecahan tembikar di dasar parit Stonehenge yang berasal dari sekitar tahun 3300 SM.
Rahang bawah tersebut terbuat dari tulang sapi domestik, berukuran lebar 8 cm dan panjang 5 cm.
Gigi-giginya sudah aus, menunjukkan bahwa hewan itu mungkin sudah cukup tua ketika mati.
Tulang rahang ini merupakan bagian integral dari sejarah Stonehenge dan memberikan petunjuk tentang signifikansinya bagi para pembangunnya.
Tanduk rusa

Diperkirakan berasal dari tahun 3000 SM, orang-orang yang membangun Stonehenge meninggalkan sebuah alat pemecah tanduk rusa di parit Stonehenge di Wiltshire, Inggris, sebagai persembahan atau deposit ritual.
Bukti menunjukkan bahwa beliung yang terbuat dari tanduk rusa merah itu digunakan untuk menggali parit dan membentuk kapur, dan ujungnya yang aus menunjukkan tujuannya.
Artefak ini menghubungkan kita dengan masa lalu, mengungkapkan pentingnya monumen tersebut dan kepercayaan para pembangunnya.
Plakat kapur

Lempengan Kapur tersebut ditemukan 2 km dari Stonehenge dan berasal dari tahun 2900-2580 SM.
Kapur tersebut dihiasi dengan garis dan tanda yang diukir, memberikan gambaran unik tentang masa lalu dan menunjukkan kecanggihan serta kreativitas orang-orang yang membuatnya.
Terlepas dari tujuan dan maknanya yang misterius, kepentingannya terletak pada kelangkaannya sebagai salah satu contoh seni Inggris tertua yang diketahui.
Museum Salisbury dan South Wiltshire meminjamkannya sebagai bagian dari pameran permanennya.
Ujung panah

Penggalian di Durrington Walls, sebuah monumen henge Neolitik terkenal di dekat Stonehenge, menghasilkan mata panah ini.
Mata panah ini merupakan bagian dari koleksi benda-benda dari situs tersebut. Berasal dari sekitar tahun 2500 SM, mata panah ini terbuat dari batu api lokal dan tidak simetris, atau 'miring'.
Pada periode Neolitikum, orang-orang umumnya menggunakan mata panah miring sebagai jenis alat batu api.
Bentuknya yang tidak simetris menjadi ciri khasnya dan membuatnya ideal untuk menusuk kulit hewan.
Jenis mata panah ini digunakan untuk berburu dan membunuh babi, yang kemudian dimasak dan dimakan selama pesta besar.
Ujung panah tersebut merupakan pengingat tentang bagaimana orang-orang zaman dahulu hidup dan berburu di daerah ini.
Kaki babi dengan panah tertancap

Kaki babi, dengan anak panah batu yang tertancap di tulangnya, adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana masyarakat Durrington Walls menggabungkan ritual berburu dan pesta mereka.
Ini adalah pengingat yang luar biasa tentang budaya dan spiritualitas yang dinamis dari masyarakat prasejarah.
Kaki babi dengan panah yang tertancap merupakan simbol ikonik dari era Neolitikum.
Hal ini menunjukkan pentingnya berburu dan berpesta bagi masyarakat Durrington Walls dan mencerminkan hubungan erat mereka dengan tanah dan hewan-hewan mereka.
Hal itu mengingatkan mereka bagaimana ritual dan tradisi mereka telah dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Pecahan tembikar beralur

Pecahan tembikar berlekuk dari Woodhenge ini unik, karena termasuk di antara pecahan tembikar tertua di Inggris. Pecahan-pecahan tersebut ditemukan selama penggalian pada tahun 1970-an.
Pecahan tembikar tersebut menunjukkan bukti telah digunakan dalam konteks ritual.
Simbol-simbol tersebut bersifat abstrak, dengan garis lengkung dan lurus, lingkaran, dan kesan.
Simbol-simbol ini kemungkinan memiliki makna tertentu bagi orang-orang yang menggunakannya.
Pecahan tembikar tersebut juga telah digunakan untuk menentukan usia Woodhenge hingga periode Neolitikum akhir.
Pecahan tembikar tersebut dapat dibandingkan dengan benda-benda lain yang ditemukan di daerah itu, menunjukkan bahwa orang-orang yang sama tinggal di daerah tersebut dan mengikuti praktik-praktik yang serupa.
Kapak Perang

Kapak perang adalah senjata standar di Zaman Perunggu, tetapi pengerjaan yang teliti pada kapak ini menunjukkan bahwa kapak ini digunakan untuk upacara.
Benda ini kecil dan rapuh, lebih cocok untuk dipajang daripada digunakan dalam pertempuran.
Kepala kapak tersebut dihiasi dengan lingkaran dan lengkungan konsentris yang mungkin memiliki makna simbolis.
Kapak perang ini merupakan pengingat akan pentingnya Stonehenge di Inggris prasejarah dan bukti keahlian para pengrajin prasejarah.
Ini adalah benda unik dan sekarang dipamerkan di Museum Wiltshire di Devizes.
Pameran Lingkaran Batu

Pameran ini memperingati sejarah Jepang pada periode Jomon Pertengahan dan Akhir, sekitar periode yang sama dengan pembangunan Stonehenge.
Pameran ini menampilkan sejumlah artefak, beberapa di antaranya belum pernah dilihat di luar Jepang, yang menceritakan kisah permukiman dan lingkaran batu dari era ini.
- Panci api
- Topeng Dogu
- Beruang ukir
- Menghitung anjing
- Kapak batu Jomon
- rumah-rumah Neolitik
Gambar Unggulan: English.elpais.com